Kamis, 02 Februari 2012

Buah Dari Tarbiyah

Tahukah kau wahai adikku, sahabatku,
Bagaimana tarbiyah mengajarkan kita tentang nikmatnya arti jalan ini
Hingga duri pun tak lagi terasa seperti tusukan duri
Memang begitulah seharusnya buah dari tarbiyah
Membuat kita mampu tetap melangkah kedepan untuk umat ini
Hingga cinta kita pada umat ini lebih besar ketimbang cinta kita untuk diri kita sendiri
 Memang begitulah seharusnya buah dari tarbiyah
Membuat kita tak pernah lelah hingga lelah itu lelah mengejar kita
Memang begitulah seharusnya buah dari tarbiyah
Membuat kita terjaga dari futur hingga futur itu menyerah tuk menyergap ruhiyah kita
Memang begitulah seharusnya buah dari tarbiyah
Mengajarkan kita bagaimana menggandeng tangan saudara-saudara kita tuk bersama menegakkan mulianya islam ini
Memang begitulah seharusnya buah dari tarbiyah
Mengajari kita tuk senantiasa sujud di sepertiga malam terakhir
HANYA UNTUK MENGOBATI RINDU BERMUNAJAH KEPADA-NYA
Ya Illahi robb.. betapa rindu_Nya kami akan rindu_Mu
Ingatlah bahwa akhir zaman akan dimenangkan oleh agama mulia ini
“Wahai orang-orang yang beriman, Jika kamu menolong agama Allah, maka Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (Muhammad:7)
“….Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah?...”(At-Taubah:111)

 
*Nainy*

Renungan Untuk Akivis Dakwah

Bismillahirrohmanirrohim…
Ya Rahman,,,
Beginilah hamba_Mu yang senantiasa berselimut dosa
Begitu tajamnya kerikil di jalan ini
Namun sedikit orang menyadarinya, Kurasa
Ketika niat mulai bulat berikan jiwa raga untuk Islam_Mu,
Ternyata ku terlalai dari menjaga pondasi ini
Ku terlalu sibuk mendesain pondasi orang-orang
Tanpa kusadari,,, DIRIKU lah yang mulai merapuh
Mulai jauh dari bersujud pada_Mu
Innalillah…
Bukankah seharusnya pondasi ini harus kuat terlebih dahulu sebelum ku membangun pondasi orang lain???
Ya Illahi Robb,,,
Tegurlah hamba ketika Langkah ini mulai menjauh dari jalan_Mu
Sesungguhnya Hidupku adalah untuk senantiasa bersujud pada_Mu
Apalah arti hidup ketika Ridho_Mu tak mampu ku genggam…


*Nainy*

Catatan Akhir Tahun untuk Sahabat

Wahai Sahabat..
Bila sahabatmu sakit, maka luangkanlah waktu untuk menjaganya
Bila sahabatmu meneteskan air mata, maka usaplah air matanya dengan mendengarkan ceritanya
Bila sahabatmu tak senyum padamu ketika kau tersenyum padanya, maka katakanlah pada dirimu “oh, mungkin sahabatku ini lagi ada masalah”
Bila sahabatmu tak menghadiri acaramu, maka katakanlah pada dirimu “mungkin sahabatku ini punya amanah yang lebih penting”
Ketika ucapan sahabatmu memukul hatimu, maka katakanlah pada dirimu “ah, ini hanyalah penyakit hatiku”
Bila sahabatmu beberapa hari tak mengirimu sms, maka ketiklah sebuah pesan rindu untuknya
Belajarlah untuk menanamkan keikhlasan dalam ukhuwah
Belajarlah untuk marah HANYA KARENA ALLAH SWT


*Nainy*

KATA-KATA CINTA

Jangan menyalahkan cinta atas penderitaanmu dalam mengejar cinta. Jikalau memang ada yang harus disalahkan, maka salahkanlah dirimu yang tak pandai memaknai hakikat kata ‘CINTA’. Jangan menjadi orang yang sombong, seolah tak membutuhkan cinta dalam hidupmu. Jika kau terus belajar, kau akan temukan bahwa tak seorang pun yang mampu bertahan tanpa cinta.
INGATLAH! Kau hadir di dunia ini karena cinta. Matamu bisa menikmati keindahan alam, itu karena cinta. Jantungmu memompa darah tanpa lelah, itu karena cinta. Dan kau bisa bernapas, menghirup udara segar, atas nama cinta. Segala kenikmatan yang kau rasakan, itu semua karena cinta. Cinta kedua orang tuamu yang merawat dan membesarkanmu, yang tak pernah bisa kau balas dengan harta. Cinta Allah yang selalu mencurahkan rezeki dan rahmat-Nya padamu dan kemudian tak pernah kau syukuri.
Ketika dalam pengembaraanmu kau merasa terjatuh ke jurang yang dalam, itu bukan cinta penyebabnya, melainkan kelalaianmu. Tujuan takkan pernah menjadi sebab. Kau merasa bahwa cinta menyakitimu, dan cinta pula yang menghancurkanmu. Sesungguhnya cinta tak pernah salah, hanya manusia saja yang begitu buta terhadap kebenaran, selalu mencari kambing hitam untuk setiap masalah yang ia hadapi. Tanyakan lagi ke dalam hatimu, apakah niatmu lurus? Cinta seperti apa yang kau kejar? Dan cara apa yang kau gunakan untuk mendapatkannya?
Cinta bukan ketika kau menginginkan sesuatu dan memaksakannya tanpa usaha yang layak. Cinta adalah ketika kau banyak menyebut nama kekasihmu. Cinta adalah ketika kau merasa bahagia didekat-Nya. Dan cinta adalah ketika kau berusaha melakukan segala yang diiginkan oleh kekasihmu, karena cinta butuh pengorbanan sebagai bukti kesetiaan.
YAKINLAH! Cinta merupakan sumber kehidupanmu, maka kau tak bisa mengelak dari fitrahmu. Cintailah kekasihmu melebihi cintamu terhadap dirimu sendiri. Penuhilah kehendak-Nya agar kau terus merasakan sejuknya  ailran cinta-Nya yang bening dan tak pernah berhenti. Semoga Dia berkenan menjadikan kita sebagai kekasih-Nya sehingga kita berhasil mendapatkan cinta tertinggi, cinta dari Sang Pemilik cinta sejati.
ALLAHURRAHMAN!!!
Stay on this assembly! May Allah bless you!
Go on! Islam proselytizers
Dari  seorang pengagum Cinta
Untuk para pecinta sejati
~*Amara*~

Takabbur

Kebanyakan manusia merasa telah cukup dengan ilmu yang ia miliki sehingga merasa tak perlu belajar lagi padahal ilmu Allah sangatlah luas. Mereka menjadi sombong akan kelebihan intelektual mereka, mengumbar-umbar hadits & firman Allah untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka adalah orang-orang pintar, dan menggunakannya untuk membantah bahkan mencela sikap kaum muslimin lain yang senantiasa menjunjung syari’at Islam demi mencari keridho’an Allah. Menganggap dirinya lebih baik karena penguasaan materinya yang hebat  tentang ilmu agama. Apalah gunanya Ilmu tanpa amalan.
Ilmu yang sedikit tetapi diamalkan dengan baik dan rutin lebih bermanfaat daripada ilmu yang banyak tetapi tidak diamalkan. Apalah manfaatnya jika ilmu yang seharusnya digunakan untuk menegakkan panji Allah dimuka bumi ini, justru dijadikan tameng untuk menutupi kedhaifan & kejahilannya serta menciptakan perdebatan yang tak bermutu dengan orang lain sementara diluar sana masih banyak yang membutuhkan sentuhan rohani dari orang-orang yang terbilang paham seperti mereka.
Mereka lebih senang memutarbalikkan ayat-ayat Allah untuk membenarkan sikap mereka. Hanya kesia-siaanlah yang  mereka peroleh. Itukah yang kamu banggakan? Apakah kita termasuk orang-orang yang merugi ini? Na’udzubillahi min djalik! Tapi jika jawabannya ‘Ya’, maka sesungguhnya ampunan Allah tak berbatas.
~*Amara*~

Luruskan Niat!

Di jalan dakwah aku melangkah. Rintangan menjadi bunga-bunga penghias jalan ke surga. Sering kukatakan ‘aku berjuang untuk dakwah, tak mengharap balasan kecuali ridho Ilahi’. Apakah aku bisa mempertanggung-jawabkan perkataanku ini? SESUNGGUHNYA AKU TAK YAKIN.
Ikhlaskah aku yang ketika diberikan amanah selalu mengeluh?
‘Ana lagi, ana lagi.  Apa tidak ada yang lain?’
Tawadhukah aku yang selalu membangga-banggakan diri atas kelebihan dan kemampuanku?
‘Kalau bukan karena ana, agenda ini tidak sukses’
‘Level ana kan lebih tinggi dari anta/anti’
Bertanggung jawabkah aku yang  jika diberi amanah selalu beralasan.
‘Afwan ana sibuk, untuk amanah yang kemarin ana belum bisa laksanakan, jangan ganggu ana dulu sebelum urusan ana selesai’
Zuhudkah aku yang begitu takut mengeluarkan harta untuk kepentingan dakwah?
‘Anta/anti saja yang beli bahan-bahannya, ana masih banyak yang mau dibayar, gak bisa bantu’
Luruskah niatku yang datang ke masjid dan majelis ilmu hanya karena seseorang atau sesuatu?
‘Waduh, wajib datang, kalo ketahuan murobb gak hadir bisa gawat’
‘Ikut kajian dulu ah, mumpung ada makanan gratis’
Pantaskah aku mengaku aktivis dakwah tetapi enggan melaksanakan amanah-amanah dakwah?
Pantaskah aku digelar mujahid/mujahidah sementara aku begitu mudahnya mundur dengan mengatasnamakan kekecewaan?
Akhi/ ukhti,  tanyakan kembali dalam dirimu, kenapa dan untuk apa antum/antunna disini. Bukan pujian, bukan kedudukan, bukan harta, bukan pula ketenaran. Hanya kenikmatan ukhuwah dan jihad fisabilillah untuk meraih mardhotillah.
Note; Artikel ini bukan sekedar bacaan tetapi sebagai bahan renungan bagi para aktivis dakwah
~*Amara*~

Pesan untuk Ikhwan

Wahai ikhwan…
Jagalah izzah saudarimu, jangan kau hujam mereka dengan pandanganmu,pandangan nafsu yang tidak terbalut oleh ridho Allah. Jangan kau lukai mereka dengan perkataanmu, janji-janji tanpa jaminan, ucapan-ucapan yang terdengar manis tapi menjerumuskan, candaan-candaan berlebihan yang merendahkan derajat. Jangan kau lukai mereka dengan tanganmu, tangan yang tak mampu melindungi dirinya, tetap justru menjatuhkannya.
Wahai ikhwan…
Pandangan yang tak terjaga menjadi senjata syetan untuk memerangi manusia, memberikan kayu bakar sehingga api terus berkobar dan menghanguskan keimananmu. Tegakah kamu melihat mereka yang senantiasa menutup aurat, mereka yang senantiasa menjaga izzah dirinya dengan pakaian yang rapat membalut tubuhnya,dinistai oleh pandangan nakal tak terhijab.
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur:30)
Lisan pun kadang tak terpelihara dari perkataan-peerkataan yang tak sepantasnya keluar dari mulut seorang aktivis dakwah. Luapan perasaan yang diungkapkan tak dibarengi kesanggupan menanggung konsekwensinya, candaan-candaan yang menurutnya ringan tetapi menjatuhkan  derajat sang akhwat, semua perkataan yang dianggap biasa tetapi menjatuhkan harga diri akhwat. Relakah kamu melihat saudarimu jatuh bahkan futur dari berdakwah karena ucapanmu?
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Muttafaq alaih)
Tak pelak pula, pemandangan yang begitu miris ketika seorang ikhwan tak mampu menjaga tangannya dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah. Ia dengan tanpa penyesalan atau rasa bersalah pun berani menyentuh akhwat yang tak mempunyai hubungan apapun dengannya. Membuat mereka terlihat tak lebih seperti dagangan-dagangan di pasar yang setiap orang boleh menyentuhnya. Tak malukah dirimu melihat makhluk yang semestinya dimuliakan ini, justru disakiti oleh tangan-tangan jahil?
“Seseorang diantara kamu yang kepalanya ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”
Wahai ikhwan…
Mereka adalah saudarimu, jagalah mereka, lindungilah mereka, sebagaimana jundi-jundi Allah melindungi harta yang dititipkan padanya.
~*Amara*~